Untaian Kata Perpisahan
Cinta terindah yang terpaksa harus kulepaskan
Dalam kondisi
hati yang sedang diselimuti
oleh cinta dan kasih sayang yang masih memucak
Engkau begitu berharga,
Namun keberharganmu ditakdirkan Tuhan, bukan unttukku.
Cinta kita terhalang restu
orang tua.
Sampai kapanpun aku akan tetap mencintaimu
Sampai kapanpun sayang ini akan selalu utuh untukmu.
Ada beribu alasan, yang mungkin mecegah hatiku melupakanmu,
Engkau mampu memperkenalkanku
Kepada cinta sederhana yang
paling sempurna,
Engkau selalu mengerti cara memanjakanku dalam kesederhanaan penuh cinta
Sabarmu, nasihatmu, perhatianmu, khawatirmu, cintamu
Adalah
kado terindah yang pernah Tuhan kirimkan untukku
Hasrat hati ingin terus bersama hingga rentah
Namun apa daya takdir Tuhan
Sepertinya tak lagi memihak kepada cinta kita
Memutuskan untuk
meninggalkanmu saat ini
adalah luka yang begitu menyayat
Disisi lain aku
juga bersyukur
Mungkin Tuhan sengaja memisahkan kita sekarang
Agar kelak tak
kurasakan sakit yang jauh lebih perih dari ini
Aku masih teringat, peluhku saat pertama kali berpisah darimu
Derai tangis, menyertai langkah kakiku meninggalkan teminal burung besi itu
Tubuh terlebih hatiku tak kuasa menanggung sakitnya kehilangan
Apalagi dalam kondisi seperti ini, disaat aku benar-benar harus
melepasmu
Aku tidak tahu apa yang akan terjadi dengan raga terlebih hatiku
Air mata tidak mampu lagi ku bendung
Menangis, menangis dan terus saja menangis
Hanya itu yang bisa aku lakukan.
Bodoh sekali bukan ?
Tapi tak usah khawatir,
Ku yakin ini hanyalah masalah waktu
Aku hanya butuh belajar
Belajar untuk berdamai dengan masa lalu
Berdamai dengan kenyataan yang ditakdirkan Tuhan untukku
Sakit ini, sakit karena
harus melepasmu
Akan kujadikan cambuk untuk lebih bersemangat
Bersemangat dalam mewujudkan mimpi-mimpiku
Melepasmu adalah caraku
mengabdikan diri kepada kedua orang tuaku
Pengabdian yang aku tahu tidak akan membayar
walau seujung kuku pun pengorbanan mereka untukku
Bahkan jika ku korbankan seluruh, jiwa dan hidupku.
Maka izinkanlah pengabdianku ini,
Hormati keputusan yang telah pilih
Meski harus menghianati janji yang penah kita buat bersama
Maafkan
aku yang tidak pernah bisa menepati janjiku untuk tidak menangis
Maafkan aku aku yang selalu membuatmu khawatir
Maafkan aku yang
belum bisa besikap dewasa
Maafkan aku yang terpaksa harus melepasmu

Comments
Post a Comment