Perempuan Indonesia: Masa Depan Bangsa dalam Genggamanmu
Sejak zaman perjuangan hingga kini, bangsa indonesia masih berada dalam ketertinggalan dan keterpurukan yang menggerogoti hampir keseluruhan sendi-sendi kehidupan bangsa. Cita-cita kemerdekaan untuk mencapai masyarakat adil dan makmur berdasarkan pancasila sebagaimana yang tertuang dalam alenia kedua pembukaan UUD 1945 hingga kini masih sebatas angan.
Saat ini, Indonesia membutuhkan generasi cerdas, berbudi pekerti luhur, serta cendekia untuk melakukan perubahan dalam meraih masa depan bangsa yang cerah. Semua itu ditentukan oleh cerah tidaknya wajah pendidikan. Oleh karena itu, membangun sebuah negara makmur dan berbudi baik haruslah dimulai dari pendidikan, dengan adanya manusia yang berpendidikan maka mampulah sebuah bangsa menjadi bangsa yang beradab.
Pendidikan yang dimaksud bukan hanya pendidikan ormal dibangku sekolah saja, pendidikan informal pun memiliki peran yang tak boleh dikesampingkan. Karena dalam pendidikan tersebutkan diajarkan keterampilan dan pengetahuan yang relevansinya lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Disinilah peran perempuan sebagai seorang ibu sangat dibutuhkan.
Ibu sebagai madrasah awalia bagi keturunannya haruslah memiliki bekal pengetahuan dan wawasan yang baik dan berkualitas, akan sangat disayangkan apabila di zaman modern dan serba ada ini, masih saja terdapat perempuan-perempuan buta aksara dan minim pengetahuan. Pendidikan adalah hak semua warga negara, tak terkecuali bagi perempuan. Terlebih, peran seorang ibu bukan sekadar mengandung dan memberikan asi kepada anak.
Lebih dari pada itu, tugas yang lebih fundamental yaitu membentuk karakter dan kecerdasan seorang anak bahkan 20 tahun sebelum ia dilahirkan. Artinya, apabila kita mendambakan keturunan yang berbudi pekerti luhur lagi cerdas, haruslah dimulai dari mencerdaskan diri sendiri. Menjadi seorang perempuan cendekia untuk melahirkan generasi baru Indonesia yang revolusioner. Karena generasi cerdas berasal dari perempuan/ibu yang cerdas pula.
Mengapa demikian ? berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh ahli genetika dari UMC Nijmegen Netherlands, Dr Ben Hamel, kecerdasan seorang anak secara genetik diwarisakan oleh ibunya bukan dari ayahnya dikarenakan tingkat kecerdasan seseorang terkait dengan kromosom X yang berasal dari ibu. Inilah alasan mengapa seorang perempuan haruslah berpendidikan lagi cerdas.
Terlepas dari faktor genetik, kecerdasan seseorang juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti asupan nutrisi dan kesehatan lingkungan baik isik maupun sosial anak yang lagi-lagi tidak terlepas dari peran seorang perempuan, peran seorang ibu. Hanya ibu cerdaslah yang mampu mengetahui cara yang tepat dalam mengasuh dan mendidik anak, begitu memahami apa yang harus atau apa yang semestinya diberikan kepada anak agar dapat memaksimalkan fungsi kerja otaknya sehingga ia bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas.
Untuk menjadi cerdas kita perlu berpendidikan, mendidik anak dengan ilmu. Oleh karena itu, marilah perempuan muda Indonesia, calon-calon ibu cerdas. Mari sama-sama beruang mengubah wajah bangsa ini mulai dari hal yang paling mendasar, menjadi seorang cendekia untuk bisa melahirkan generasi penerus bangsa yang revolusioner, generasi penerus bangsa yang mampu menghantarkan Indonesia kepada kemerdekaan yang hakiki. Hidup perempuan Indonesia, masa depan bangsa dalam genggamanmu.
*Diterbitkan dikoran kampus (Profesi Edisi 214, Mei 2017)
Saat ini, Indonesia membutuhkan generasi cerdas, berbudi pekerti luhur, serta cendekia untuk melakukan perubahan dalam meraih masa depan bangsa yang cerah. Semua itu ditentukan oleh cerah tidaknya wajah pendidikan. Oleh karena itu, membangun sebuah negara makmur dan berbudi baik haruslah dimulai dari pendidikan, dengan adanya manusia yang berpendidikan maka mampulah sebuah bangsa menjadi bangsa yang beradab.
Pendidikan yang dimaksud bukan hanya pendidikan ormal dibangku sekolah saja, pendidikan informal pun memiliki peran yang tak boleh dikesampingkan. Karena dalam pendidikan tersebutkan diajarkan keterampilan dan pengetahuan yang relevansinya lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari. Disinilah peran perempuan sebagai seorang ibu sangat dibutuhkan.
Ibu sebagai madrasah awalia bagi keturunannya haruslah memiliki bekal pengetahuan dan wawasan yang baik dan berkualitas, akan sangat disayangkan apabila di zaman modern dan serba ada ini, masih saja terdapat perempuan-perempuan buta aksara dan minim pengetahuan. Pendidikan adalah hak semua warga negara, tak terkecuali bagi perempuan. Terlebih, peran seorang ibu bukan sekadar mengandung dan memberikan asi kepada anak.
Lebih dari pada itu, tugas yang lebih fundamental yaitu membentuk karakter dan kecerdasan seorang anak bahkan 20 tahun sebelum ia dilahirkan. Artinya, apabila kita mendambakan keturunan yang berbudi pekerti luhur lagi cerdas, haruslah dimulai dari mencerdaskan diri sendiri. Menjadi seorang perempuan cendekia untuk melahirkan generasi baru Indonesia yang revolusioner. Karena generasi cerdas berasal dari perempuan/ibu yang cerdas pula.
Mengapa demikian ? berdasarkan penelitian yang telah dilakukan oleh ahli genetika dari UMC Nijmegen Netherlands, Dr Ben Hamel, kecerdasan seorang anak secara genetik diwarisakan oleh ibunya bukan dari ayahnya dikarenakan tingkat kecerdasan seseorang terkait dengan kromosom X yang berasal dari ibu. Inilah alasan mengapa seorang perempuan haruslah berpendidikan lagi cerdas.
Terlepas dari faktor genetik, kecerdasan seseorang juga dipengaruhi oleh faktor eksternal seperti asupan nutrisi dan kesehatan lingkungan baik isik maupun sosial anak yang lagi-lagi tidak terlepas dari peran seorang perempuan, peran seorang ibu. Hanya ibu cerdaslah yang mampu mengetahui cara yang tepat dalam mengasuh dan mendidik anak, begitu memahami apa yang harus atau apa yang semestinya diberikan kepada anak agar dapat memaksimalkan fungsi kerja otaknya sehingga ia bisa tumbuh menjadi anak yang cerdas.
Untuk menjadi cerdas kita perlu berpendidikan, mendidik anak dengan ilmu. Oleh karena itu, marilah perempuan muda Indonesia, calon-calon ibu cerdas. Mari sama-sama beruang mengubah wajah bangsa ini mulai dari hal yang paling mendasar, menjadi seorang cendekia untuk bisa melahirkan generasi penerus bangsa yang revolusioner, generasi penerus bangsa yang mampu menghantarkan Indonesia kepada kemerdekaan yang hakiki. Hidup perempuan Indonesia, masa depan bangsa dalam genggamanmu.
*Diterbitkan dikoran kampus (Profesi Edisi 214, Mei 2017)

Comments
Post a Comment